Senin, 06 Februari 2012

Di AS, Yahudi & Muslim 'Bersatu' Karena Makanan




    • Muslim dan Yahudi di Amerika Serikat (ilustrasi)
    • Muslim dan Yahudi di Amerika Serikat (ilustrasi)


    REPUBLIKA.CO.ID, SALT LAKE CITY - Komunitas lokal Yahudi dan Muslim mengadakan pertemuan bersama dalam 'interfaith roundtable'. "Masyarakat Yahudi dan Muslim di sini selalu memiliki hubungan yang hebat," kata Alan Bachman koordinator Pertemuan, sebagaimana dikutip deseretnews.com, Senin (6/2). 

    Pertemuan ini adalah bagian dari acara selama sebulan oleh Salt Lake Interfaith Roundtable, yang mengetengahkan tema 'Cinta, harmoni dan pengertian di antara semua tradisi iman'.
    Pertemuan ini juga untuk mempromosikan Lebih dari 20 acara akan diadakan di tempat-tempat ibadah di seluruh Salt Lake City, untuk mendorong pemahaman keagamaan yang terus meningkat di antara kedua agama ini.
    Kongregasi Yahudi Kol Ami dan Masyarakat Islam Salt Lake sebagai tamu terhormat. Keduannya menyediakan masakan untuk dicicipi bersama pada Ahad (5/2). Makanan yang disiapkan sejalan dengan prinsip kedua agama yaitu makanan Kosher dan makanan halal. Kedua konsep ini dimaksudkan untuk melambangkan kesamaan antara dua agama ini.
    "Secara prinsip makanan, kami lebih banyak kesamaan daripada perbedaan," kata warga Muslim, Sharifa Kudiya. Kudiya, yang tinggal di Draper, membuat halva, makanan penutup pasta yang meliputi krim gandum, kunyit dan ketumbar. Para halva dimakan bersama kue madu yang dibuat oleh Karen McArthur dari Kol Ami.
    Rabi Yahudi, Ilana Schwartzman menyambut baik acara ini. Ia mengatakan, makanan, terutama dalam tradisi Yahudi, mendorong pemahaman dan kesatuan dalam masa kesedihan dan sukacita. "Ada begitu banyak perselisihan di dunia ini antara Islam dan Yahudi. Dan Kami mencoba untuk menemukan kesamaan," jelas Schwartzman.
    Salt Lake Roundtable Interfaith pertama kali diadakan 10 tahun yang lalu. Pekan Interfaith ini sebagai waktu untuk refleksi bagi kedua komunitas muslim dan Yahudi untuk saling bertoleransi. Saat ini pekan interfaith ini telah dipakai sebagai perayaan selama sebulan dan diikuti dari beberapa agama lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar